Info Nasional, Medan. -Ketua Gerakan Muda Peduli Ono Niha (GM-PON) Silsilah Halawa menolak keras perbaikan/penyempurnaan surat edaran walikota medan No : 500.7.1/1540 seharusnya dicabut dan dikembalikan seperti semula.
Aksi hari ini yang di inisiasi oleh Solidaritas Penjual dan Konsumen Daging Babi sedikit menuai ketegangan dikarenakan pemerintah kota medan tidak memenuhi tuntutan masa yang seharusnya mencabut SE tersebut malah mereka mengatakan untuk memperbaiki, ketua GM-PON menanggapi bahwa itu adalah bentuk penolakan secara harus agar massa aksi bubar secara otomatis.
"Tanggapan dari pemerintah kota medan adalah bentuk penolakan secara harus, kami tetap berada di garda terdepan untuk menyuarakan agar SE tersebut di tolak dan Penjualan daging babi dikembalikan seperti sedia kala" tuturnya
Selain itu, GM-PON juga mengingatkan kalau Penjualan daging babi ditertibkan hanya karena alasan limbah dan kebersihan itu hanya alasan semata dalam melarikan isu karena dinilai memberikan kebijakan sepihak.
"Kalau Penjualan daging babi dilarang hanya karena limbah itu tak masuk akal. Kita ketahui bersama bahwa limbah ayam potong di pajak sana lebih jorok. Ini adalah kebijakan sepihak dari Walikota Medan" tutupnya. (Rafli Tanjung)
