Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Kenangan Indah Besama Wartawan Senior H. Syofyan

 




Catatan: H. Ahmad Nuar Erde, Ketua DPW IMO Sumut

 Infonasional24news.com.

Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kabar duka menyeruak di dunia pers Kota Medan Sumatera Utara hari ini. Wartawan senior yang merupakan mantan Pemimpin Redaksi Harian Analisa H. Soffyan dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu sore (7/3/2026). Almarhum disemaymakn di rumah duka Jalan Sampali Medan dan direncanakan dikebumikan di TPU Jalan Thamrin Medan pada Munggu 8 Maret 2026.

Saya bersama tokoh pers Sumut diantaranya Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE., Pemred Analisa H. War Djamil, tokoh pers Sulben Siagian dan pengacara Hasrul Benny Harahap, SH, hadir bertakziah di rumah duka. juga hadir beberapa wartawan anggota DPW IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan lainnya.

Saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Kepergian almarhum H. Soffyan merupakan kehilangan besar bagi dunia jurnalistik, khususnya di Sumatera Utara. Almarhum dikenal sebagai tokoh wartawan senior yang telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan pers di daerah ini.

Sebagai Ketua DPW IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Utara, saya memiliki kenangan manis yang tak terlupakan dengan almarhum. Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional tahun 2025, kami jajaran DPW IMO Indonesia Sumut mengunjungi beberapa tokoh wartawan senior ke kediaman mereka. Salah seorang tokoh pers yang kami kunjungi adalah almarhum H. Soffyan. Banyak hal yang beliau sampaikan kepada kami mulai dari pengalamannya berkarir di bidang jurnalistik sampai ia menduduki jabatan puncak di dunia kewartawanan yaitu sebagai Pemimpin Redaksi Harian Analisa, sebuah media yang cukup terkenal di Medan.

Beliau bercerita tentang pengalamannya menjadi wartawan. Mulai dari nol sampai beliau bertugas di Kantor Berita Antara Cabang Medan dan akhinya menjadi Pemimpin Redaksi di sebuah koran besar seperti Analisa.

Pesan beliau keppada kami yang lebih muda, agar wartawan harus melek teknologi dan mampu berbahasa Inggris dengan baik. Kalau tidak akan ketinggalan.

Dalam kesempatan itu beliau juga menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kunjungan kami pada hari bersehjarah itu.

“Terima kasih atas kunjungan kalian anggota IMO. Hanya kalian yang datang pada peringatan hari pers tahun 2025 ini. Semoga kalian semua sukses,” kata beliau waktu itu. Bulir-bulir air mata jatuh membasahi pipinya,

Menurut saya, dia berkata seperti itu karena merasa bangga dan haru. Bangga karena wartawan-wartawan muda sebaya anaknya datang mengunjunginya sebagai tanda hormat kepada senior. Haru karena dalam memperingati Hari Pers 2025, hanya Keluarga Besar DPW IMO Indonesia Sumut yang datang mengunjunginya. Karena ketika dia tidak bertugas lagi, tak ada lagi wartawan yang mengunjunginya.

Almarhum juga bercerita tentang persahabatannya dengan ayahanda saya H. Nazar Effendi Erde ketika mereka sama-sama menjalankan tugas jurnalistik ke India.

Semoga almarhum Bapak H Soffyan husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya dan Ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. (M.Y)