Pengamatan langsung Kabiro Karo Info Nasional di lokasi menunjukkan aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa. Penumpang yang datang dan pergi relatif sedikit, tanpa tanda-tanda lonjakan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pedagang makanan dan minuman di sekitar terminal juga melaporkan dagangan agak lesu, dengan pengunjung yang mayoritas warga lokal.
"Kondisi ini masih normal, belum ada arus mudik yang ramai. Mungkin karena Ramadhan pertengahan berjalan, atau faktor cuaca yang belum mendukung perjalanan jauh," ujar salah seorang sopir angkot di terminal, Jhon Surbakti, saat ditemui Info Nasional
Data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Karo mencatat, pada periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang di terminal ini melonjak hingga 30 persen menjelang Lebaran. Namun, hingga siang ini, jumlah tiket terjual masih di bawah rata-rata harian. Petugas terminal menyiagakan posko mudik dan pengaturan parkir tambahan, siap mengantisipasi peningkatan mendadak.
Situasi serupa juga terlihat di terminal-terminal kecil lainnya di Tanah Karo, di mana faktor jarak dekat ke Medan dan akses transportasi pribadi menjadi penyebab utama rendahnya okupansi bus antarkota. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan memesan tiket lebih awal untuk menghindari kepadatan di akhir pekan. (*)
Reporter : Golkar Ginting.
