Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Kepemimpinan yang Merangkul: Kombes Pol (P) Dr. Maruli Siahaan, SH, MH Jadi Jembatan Harmoni di Sumatera Utara

INFO NASIONAL, MEDAN. (Sumatera Utara) 26 Mei 2026. — Di tengah dinamika sosial dan meningkatnya polarisasi, figur purnawirawan tinggi Polri Kombes Pol (P) Dr. Maruli Siahaan, SH, MH tampil sebagai salah satu teladan kepemimpinan yang inklusif dan merangkul seluruh lapisan masyarakat. Dikenal akrab sebagai Abangda atau Dansui, Maruli konsisten menjaga hubungan dekat dengan tokoh adat, pemuka agama, aktivis, hingga warga biasa, sekaligus menguatkan peran kemitraan antara masyarakat dan institusi kepolisian.

Sosok yang berkiprah lama di Polda Sumatera Utara itu kini menjabat sebagai Anggota DPR RI di Senayan, Jakarta. Meski telah menempuh perjalanan karier yang gemilang, Maruli Siahaan tetap mempertahankan sikap rendah hati: menyapa ramah, menghadiri kegiatan sosial, serta aktif hadir dalam pengajian, diskusi keamanan lingkungan, dan pertemuan organisasi masyarakat. Sikap tersebut, menurut pengamatan aktivis LSM Tritura Sumut Idris Johansyah, membuatnya dekat di hati warga.

"Abangda Maruli Siahaan selalu welcome kepada setiap elemen masyarakat. Beliau tak pandang bulu, selalu dengan senyum ramah dan tangan terbuka," ujar Idris saat ditemui di Medan baru-baru ini. Idris menambahkan bahwa pendekatan terbuka Maruli bukan sekadar gestur, melainkan praktik nyata dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.

Semasa berdinas, Maruli Siahaan dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun humanis. Rekam jejaknya di Polda Sumatera Utara memuat sejumlah operasi yang dikelola dengan disiplin dan sekaligus memperhatikan aspek kemanusiaan. Kini, dalam peran legislatif, ia mengarahkan energi untuk advokasi perdamaian sosial, pemberdayaan pemuda, dan penguatan sinergi antara alumni Polri dengan komunitas lokal.

Para tokoh masyarakat menilai peran aktif Maruli berdampak pada pencegahan konflik potensial dan pemulihan kepercayaan publik terhadap kepolisian. "Kepemimpinannya menyatukan—bukan memecah. Itu yang kita butuhkan di masa sekarang," kata seorang tokoh adat yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Pengamat sosial juga mencatat bahwa figur mantan perwira tinggi yang tetap merendah hati dapat menjadi katalisator perubahan budaya organisasi, terutama dalam membangun citra kepolisian sebagai pelayan masyarakat. Pendekatan Maruli yang mengedepankan komunikasi, kehadiran fisik di ruang-ruang publik, serta keterbukaan terhadap masukan warga menjadi rujukan praktik kepemimpinan post-dinas yang efektif.

Warga berharap kepedulian dan semangat kepemimpinan Abangda Maruli Siahaan terus berlanjut. "Semoga beliau selalu sehat dan tetap menginspirasi harmoni di Sumatera Utara," ungkap salah seorang warga usai mengikuti diskusi keamanan lingkungan.

Kombes Pol (P) Dr. Maruli Siahaan kini bukan hanya dikenang sebagai perwira teladan—ia juga menjadi simbol bagaimana pengalaman institusional dapat diterjemahkan menjadi kepemimpinan berbasis empati dan kolaborasi, membantu menjembatani kepentingan negara dan harapan masyarakat di tengah tantangan zaman. (Fajar/Red)