Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

DPW PAN Sumut Tekankan Pembinaan Kader dan Penguatan Struktur hingga Desa untuk Respons Aspirasi Rakyat

INFO NASIONAL, DELI SERDANG. 15 Juni 2026 — Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan kader dan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPW PAN Sumatera Utara, Syah Afandin, usai acara pelantikan di Deli Serdang, Senin (15/6/2026).


“Kami akan fokus pada pembinaan kader, memperkuat struktur di tingkat kecamatan dan desa, serta memastikan PAN tetap dekat dengan masyarakat. Kami ingin PAN mampu merespons aspirasi rakyat dan memberikan solusi nyata,” ujar Syah Afandin di hadapan pengurus DPW dan pengurus cabang.

Penguatan akar organisasi

Menurut Syah, penguatan struktur hingga tingkat bawah menjadi prioritas strategis menjelang agenda politik regional dalam beberapa bulan ke depan. Ia menilai bahwa capaian elektoral dan efektivitas partai dalam penyusunan kebijakan sangat bergantung pada kualitas kader dan ketahanan jaringan di akar rumput.


“Kader yang terlatih dan organisasi yang solid di desa-desa akan memudahkan partai untuk menyerap masalah riil masyarakat serta mengkomunikasikan program-program PAN secara tepat sasaran,” kata Syah.


Program pembinaan kader

DPW PAN Sumut merencanakan serangkaian program pembinaan, antara lain pelatihan manajemen kader, pendidikan politik berbasis isu lokal, serta program pendampingan untuk calon pemimpin lokal. Pelatihan akan dilaksanakan di tingkat kecamatan dengan narasumber dari internal maupun pakar eksternal.

Salah satu fokus pembinaan adalah peningkatan kapasitas kader dalam merumuskan solusi kebijakan terkait ekonomi mikro, infrastruktur desa, dan pelayanan publik. “Kita ingin kader mampu bukan sekadar berpidato, tapi juga menawarkan kebijakan konkret yang bisa dilaksanakan di tingkat pemerintahan daerah,” tambah Syah Afandin.

Selain penguatan internal, PAN juga akan mengintensifkan kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai wujud kedekatan dengan warga. Bentuk kegiatan meliputi advokasi warga, layanan hukum ringan, kegiatan kesehatan dasar, dan program pemberdayaan ekonomi lokal.

Syah menegaskan pendekatan ini penting untuk membangun kepercayaan publik. “Partai politik harus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintahan. Bila kepercayaan itu runtuh, partai kehilangan legitimasi untuk berbicara atas nama rakyat,” ujarnya.

Beberapa pengurus cabang yang hadir menyambut baik inisiatif tersebut. Ketua DPC PAN Kabupaten Deli Serdang, yang hadir pada pertemuan, menyatakan kesiapan untuk menjalankan instruksi pembinaan dan memperkuat struktur di tingkat kecamatan.

“Kami akan menyusun program tahunan yang konkret dan terukur, mulai dari pelatihan kader hingga kegiatan pengabdian masyarakat. Dukungan DPW sangat penting untuk pelaksanaan di lapangan,” kata perwakilan DPC.

Tantangan pelaksanaan

Meski ambisi besar disampaikan, Syah juga mengakui sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan anggaran, mobilitas kader di daerah terpencil, serta kebutuhan komunikasi yang konsisten antara tingkat DPW, DPC, dan ranting. Untuk mengatasi hal ini, DPW menjajaki kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan sumber pendanaan yang sah.

“Kita realistis: membangun struktur yang kuat membutuhkan waktu dan sumber daya. Tapi dengan perencanaan yang matang dan sinergi antarlevel, target ini bisa dicapai,” kata Syah.

Implikasi politik lokal

Penguatan struktur dan pembinaan kader di Sumut dipandang sejumlah pengamat sebagai langkah strategis PAN untuk memperkuat posisi politiknya menjelang pemilihan kepala daerah dan pemilu legislatif yang akan datang. Jika implementasi berjalan baik, PAN berpotensi meningkatkan peran dalam koalisi lokal maupun meraih kursi lebih signifikan di DPRD.

Dengan menempatkan pembinaan kader dan penguatan struktur sebagai prioritas, PAN Sumatera Utara berupaya membangun organisasi yang lebih responsif dan solusi-orientif. Langkah konkret di lapangan, sinergi antarlevel, serta keterlibatan aktif masyarakat akan menjadi penentu keberhasilan strategi tersebut. (Fajar)